Perbedaan VPS (OpenVZ), VPS (XEN) dengan VDS (KVM)

Perbedaan VPS (OpenVZ), VPS (XEN) dengan VDS (KVM)

Perbedaan VPS (OpenVZ), VPS (XEN) dengan VDS (KVM) Features OpenVZ (VPS) XEN PV (VPS) KVM (VDS) Disk Resize Yes Yes No Add New Partition Disk No No Yes Full Virtualization No Yes Yes True VM Isolation No Yes Yes Support All OS No Yes (Pygrub only) Yes Kernel Modify No Yes (Pygrub only) Yes Disk Cache No Yes Yes Swap Space No Yes Yes Full VNC Remote Support No No Yes Booting Rescue No No Yes Support by Linux Yes No Yes Overselling ? Yes No No Dari perbandingan diatas KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah yang paling mendekati fitur dari sebuah Dedicated Server. Oleh karena tersebut kami mengubah sistem virtualiasasi kami dari Xen PV menjadi KVM. Alasan lain juga dimana XEN sudah tidak dikembangkan lagi oleh Redhat dan KVM adalah Virtualisasi bawaan Redhat berbasis dari Kernel linux sendiri, jadi bisa diandalkan performa dan...

Materi Seminar dan Workshop Completely Webmaster With Joglo IT Center

Pada 15 – 16 November 2013 kemarin, Joglo IT Center diberikan kesempatan oleh UKM UKDW NetClub untuk memberikan sesi sharing pada rangkaian acara Nutz6.0 . Acara tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan mengenalkan Linux dan kegunaanya dalam berbagai sektor. Pada kesempatan tersebut Joglo IT Center berbagi mengenai materi Control Panel Server. Dalam acara tersebut Joglo IT Center memberikan materi seminar pada tanggal 15 dan workshop pada tanggal 16. Bagi teman-teman yang ingin mengetahui slide seminar dan modul workshopnya dapat mendownload pada tautan berikut ini : Slide : https://www.dropbox.com/s/jdwtm3gy87384ly/SlideMateriWebmaster.pdf Modul : https://www.dropbox.com/s/0mnfkyltfi0vo2y/ModulMateriWebmaster.pdf Semoga materi ini bermanfaat bagi kita semua....

Cara Mengecek Apakah Website Kita Down ?

Terkadang kita kebingungan ketika website milik kita atau website yang kita akses mengalami error tidak bisa diakses. Website tidak dapat diakses dari suatu tempat disebabkan oleh beberapa hal, server down, ip kita terkena blikir oleh firewall, atau jaringan internet kita tidak mengijinkan akses ke situs tersebut. Untuk mengecek apakah server website kita down atau hanya komputer yang kita gunakan yang tidak dapat mengaksesnya, dapat  digunakan beberapa cara antara lain : Akses menggunakan komputer yang berada di lain jaringan / memiliki koneksi internet ( modem ) yang berbeda. Akses menggunakan perangkat seluler/mobile Menggunakan situs yang memeberi layanan cara mengecek apakah website kita down misalnya http://www.downforeveryoneorjustme.com/ Jika memang down dari server mintalah bantuan provider hosting atau cek di website resminya apakah ada gangguan teknis. Jika website ternyata dapat diakses dari lokasi lain atau tidak down periksalah komputer anda atau jaringan internet yang anda...

Domain Life Cycle – Masa Aktif Domain

Domain memiliki daur hidup atau masa aktif ( domain lifecycle ) dari mulai available, registered, expired, auto renew – grace period, redemption – grace period, pending delete, release. Gambar diatas menunjukkan siklus hidup domain menurut waktunya. Setiap registrant menerapkan sanksi berbeda jika terjadi keterlambatan perpanjangan domain. Sebaiknya perpanjang domain anda sebelum masa expired agar tidak terkena denda dari registrant dan beresiko kehilangan...

Tabel Port TCP – UDP

Berikut ini merupakan daftar tabel port TCP – UDP yang digunakan oleh OS, Service, Program, dll : Port Jenis Port Keyword Digunakan oleh 0 TCP, UDP T/A. Dicadangkan, tidak digunakan. 1 TCP, UDP TCPmux TCP Port Service Multiplexer 2 TCP, UDP compressnet Management Utility 3 TCP, UDP compressnet Compression Process 4 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 5 TCP, UDP rje Remote Job Entry 6 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 7 TCP, UDP echo Echo 8 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 9 TCP, UDP discard Discard;alias=sink null 10 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 11 TCP, UDP systat Active Users; alias = users 12 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 13 TCP, UDP daytime Daytime 14 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 15 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan (sebelumnya: netstat) 16 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 17 TCP, UDP qotd Quote of the Day; alias = quote 18 TCP, UDP msp Message Send Protocol 19 TCP, UDP chargen Character Generator; alias = ttytst source 20 TCP, UDP ftp-data File Transfer Protocol (default data) 21 TCP, UDP ftp File Transfer Protocol (control), connection dialog 22 TCP, UDP SSH Putty 23 TCP, UDP telnet Telnet 24 TCP, UDP Any private mail system 25 TCP, UDP smtp Simple Mail Transfer Protocol; alias = mail 26 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 27 TCP, UDP nsw-fe NSW User System FE 28 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 29 TCP, UDP msg-icp MSG ICP 30 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 31 TCP, UDP msg-auth MSG Authentication 32 TCP, UDP Belum ditetapkan 33 TCP, UDP dsp Display Support Protocol 34 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan 35 TCP, UDP Any private printer...

Tutorial : Mengubah Port SSH Default Di VPS

Salah satu unsur keamanan dalam server / vps adalah mengubah port SSH yang defaultnya adalah 22. Ada hal yang sering dilupakan beberapa orang yang membuat tutorial mengubah port ssh default ini. Beberapa langkah penting yang harus dilakukan sebelum dan ketika mengubah port SSH ini adalah sebagai berikut : Langkah Sebelum Mengubah Port SSH Pastikan port yang akan anda gunakan tidak sama dengan port yang digunakan oleh OS, Plugin, alah itu simpan tau program-program yang berjalan di dalam server dapat dilihat Tabel Port TCP – UDP Atau menjalankan perintah netstat -ntulp Daftarkan / aktifkan port yang akan anda gunakan, hal ini dapat dilakukan dengan bantuan plugin Config Server Security & Firewall . Jika anda belum menginstallnya , anda dapat melihat panduannya di Tutorial : Install Config Server Security & Firewall (CSF) di VPS Langkah Mengubah Port SSH Setelah 2 langkah sebelumnya sudah dipastikan benar, kini anda dapat melakukan login SSH melalui putty. Ketikan perintah nano /etc/ssh/sshd_config Setelah itu akan muncul # This sshd was compiled with PATH=/usr/local/bin:/bin:/usr/bin # The strategy used for options in the default sshd_config shipped with # OpenSSH is to specify options with their default value where # possible, but leave them commented.  Uncommented options change a # default value. #Port 22 #AddressFamily any #ListenAddress 0.0.0.0 #ListenAddress :: # Disable legacy (protocol version 1) support in the server for new # installations. In future the default will change to require explicit Perhatikan tulisan #Port 22 hilangkan tanda “#” dan ubah angka 22 ke port yang anda inginkan Setelah itu simpan dengan menekan Ctrl + X Kemudian pilih Yes Setelah tersimpan anda harus merestart SSH dengan perintah /etc/init.d/sshd...